Cara Meningkatkan Produksi Cabai Berkali Lipat dengan pupuk organik


Pupuk Organik.



Ujar salah satu petani "jika memakai pupuk organik, biasanya dia memetik cabai rawit 15 kali dalam sekali tanam namun sekarang melonjak drastis menjadi 19 kali petik, dan penggunaan pupuk kimia menjadi turun 50%."

masa panen juga menjadi lebih cepat yaitu yang biasanya petani lain 4 bulan baru panen perdana. maka dengan digunakannya pupuk organik kini petani dapat memanen 1 bulan lebih cepat atau 3 bulan untuk panen pertama.

Serangan busuk akar juga berkurang dari 10% menjadi 5% . "tanaman juga tampak kokoh dan lebih segar. dan buah tampak lebih berisi dan padat.

Masa simpan cabai juga bertambah lama, yang biasa nya bertahan 5 hari, dengan adanya pupuk organik masa simpan dari cabai organik ini bisa mencapai masa simpan 7 hari.

Pupuk organik dapat meningkatkan kesuburan secara fisika, kimia dan biologi sehingga produksi cabai melonjak pesat.
  • kesuburan secara fisik berarti pupuk organik dapat memperbaiki kemampuan tanah untuk menahan air, menjaga stabilitas suhu, dan memperbaiki porositas tanah, dampaknya tata udara dalam tanah baik sehingga akar dapat berkembang maksimal.
  • kesuburan secara kimia pupuk organik juga menyediakan unsur hara mikro yang di perlukan oleh tanaman.
  • Kesuburan secara biologi yaitu pupuk organik memaksimalkan kerja mikrob yang menguntungkan tanaman.
Semua keuntungan pupuk organik dari sisi fisika kimia dan biologi tersebut dapat menguntungkan dan membuat PRODUKTIFITAS cabai meningkat drastis.

Cabai merupakan komoditas pangan yang strategis. maka berapapun panen cabai dapat terserap maksimal di pasar ataupun dapat di jadikan olahan cabai seperti cabai bubuk.

Cara Membuat Pupuk Organik Padat

Pupuk Organik

Pupuk Organik dibagi menjadi dua yaitu Pupuk Organik Padat dan Pupuk Organik Cair.

cara membuat pupuk organik padat :

Alat dan Bahan :

* Kotoran Hewan yaitu bisa kotoran ayam, kotoran kambing, dan kotoran sapi.
rekomendasi dari diokaza farm adalah : pupuk kotoran kambing.
dengan alasan yaitu pupuk organik kambing lebih banyaj unsur hara yaitu unsur N.P.K organik.

* Sisa sisa potongan rumput atau sampah dedaunan.

* Dekomposer Atau Bioaktivator. (bisa pesan di kami)

* Terpal, cangkul atau sekop, Air sumur,

Air digunakan untuk melembabkan fermentasi dari pupuk organik padat tersebut.

Perbandingan dari pupuk kotoran kambing dan Dedaunan adalah 2 (kotoran kambing) : 1 (Dedaunan)

Langkah - langkah:

* Tumpuk dedaunan setinggi 20cm sebagai lapisan paling bawah dan kotoran kambing 20cm di atasnya. (disebut lapisan pupuk)

* siram air yang telah dicampur dengan bioaktivator. perbandingan 1 liter air : 5 sendok makan bioaktivator.

* Ulangi tumpuk lapisan pupuk ini dan di siram air + bioaktivator hingga bahan habis.

setelah semua bahan rata. tutup dengan plastik atau dengan terpal untuk menjaga kelembaban merata.

di tunggu 1 minggu, kemudian aduk rata, dan di siram lagi dengan campuran air bioaktivator.

setelah 3 minggu maka pupuk organik padat siap untuk di pakai.

pupuk organik padat tersebut sudah siap di pakai dengan ciri-ciri:
* jika di pegang maka pupuk sudah tidak panas.
* jika kotoran kambing di remas maka akan lembut.

pemakaian pupuk organik padat ini lebih baik jika di aplikasi kan setelah 1 bulan sejak di campurkan semua nya.

Salam Urban Farming.

Diokaza Farm

Kontak Kami



TEMUKAN KAMI DI GOOGLE MAPS 

KETIK "DIOKAZA FARM


Jalan Selajambe Raya K5 / 9 Perum 

Pondok Damai, Cileungsi





Kecamatan Cileungsi, Bogor

Provinsi Jawa Barat, Indonesia

(Sebelah Terminal Cileungsi)


Owner : Agustyandika Putra

Hp (WA) : 081393102051

Fb : Agustyandika Putra

/\

   II  
 
"klik Nama di atas untuk add FACEBOOK"

Perbanyakan Tanaman Cabai dengan Stek Batang

SIMPLIFIKASI STEK TANAMAN BUAH/KAYU

A. BAHAN :
1. Pohon Buah/Kayu yang sudah pernah berbuah, pilih ranting muda yang sedang istirahat (dorman), cirinya di pucuk tidak ada kuncup daun muda. Dipotong jam 06.00-09.00 saat ini getah sedang banyak2-banyaknya.
2. Hormon/Zat Perangsang Akar jenis Auksin, bisa beli atau bikin sendiri. Untuk bikin sendiri saya uraikan di lembar bawah ini. Bisa juga menggunakan “urin kambing”
3. Media Tanam, pasir halus atau bahan hara lain (misalnya serbuk tanaman pakis) yang halus.
4. Larutan Bioaktivator
5. Air, air tanah lebih disarankan


B. ALAT :
1. Cutter
2. Nampan/gelas/cup/wadah lain
3. Wadah perendaman
4. Plastik jernih misalnya bekas pembungkus pakaian yang dilaundry
5. Karet/tali pengikat.
6. Polybag/lain ukuran 10 atau 12.


C. LANGKAH :
1. Siapkan media tanam secukupnya dengan catatan dalam keadaan steril, hygienis dengan cara dicuci, direbus atau ditambahkan larutan Bioaktoivator.
2. Ranting yang sudah disiapkan hitung trap daun dari puncak, potong di atas ruas batang ranting di atas daun ke 5 atau 6 sepanjang 3 cm. Potong batang ranting bagian bawahnya sepanjang 5 cm.Satu atau dua daun tersisa, potong sampai 2/3-nya.
3. Tuangkan Hormon ke dalam wadah perendaman, encerkan dengan air, perbandingan 1 : 10
4. Rendam potongan ranting point 1 selama 2-5 menit.
5. Isi wadah dengan media tanam, siram media dengan hormon secukupnya dan tancapkan batang ranting.
6. Tutup wadah dengan plastik yang disediakan dan ikat dengan karet atau lain.
7. Simpan di tempat yang kering, kelembaban normal dan tidak terkena sinar matahari dan biarkan 1 sd 3 bulan.
8. Check selambatnya setiap 2 minggu sekali, indikasi berhasil, batang daun tetap segar
9. Apabila dikorek akar sudah tumbuh dari batang bawah secara merata keliling, dengan sekitar 3-4 cm, pindahkan ke polybag/lain untuk pembesaran dan lakukan perawatan seperti biasa.


D. NOTE :
1. Jenis tanaman yang telah dilakukan tanaman Jambu Air, Jambu Batu, Mangga, Durian, Albasia dan Jati.
2. Disarankan kegiatan dilakukan pada pagi hari, sesaat setelah ranting pohon dipotong.
3. Kelemahan, tidak memiliki akar tunggang, berdasarkan referensi akar tunggang dapat dibuat dan masih dalam kajian aksi.
4. Keuntungan, cepat berbuah seperti tanaman cangkok maupun sambung batang, dan prospektif dijual sebagai Bibit.



Jakarta,13 November 2009
Disusun berdasarkan pengalaman sejak tahun 1978
Oleh R Singgih Praptanugraha

Peluang Usaha Cabe Lahan Minim

Konsepsi Formula Area Multi Fungsi (AMF) yang di temukan, 
antara lain adalah “manakala kita berhasil memformulasikan kegiatan-pengelolaan area dalam satuan luas terkecil (misalnya cm2) secara efisien-efektif & memiliki “nilai ekonomi”. Masih banyak yang mestinya bisa kita lakukan, terlebih didukung dengan kondisi iklim, suhu yang sangat kondusif di Indonesia dan masih banyaknya lahan/area yang bisa dimanfaatkan serta peluang pasar yang menjanjikan.

  • Sebagai contoh untuk luasan area 5 m2, dapat dilakukan BD Cabai untuk nantinya menjual Benih Cabai maupun Bibit Cabai baik jenis Cabai Hias maupun konsumsi yang ditanam dipolybag. Pokok scenarionya : 1. Waktu, Minggu I menyemai 50 butir benih, Minggu II dst menyemai 50 butir benih/minggu, Minggu VI dst jual bibit usia 30 HST, Minggu XII dst jual benih. 2. Penataan lahan : 1. BD CIB, jarak 20cm atau 9 bibit/m2 (45 bibit untuk luasan 5m2) 2. Diantara lahan dimanfaatkan untuk BD Pembibitan Cabai. 3. Perkiraan hasil penjualan (optimis) : Mulai Minggu ke VI Penjualan 50 Bibit/minggu a Rp 5,000 = Rp 250,000, mulai Minggu ke 12 Penjualan Benih 1,000 butir/minggu a Rp 200 = Rp 200,000. 4. Tantangannya "menghasilkan produk CANTIK KUALITAS TERBAIK & JARINGAN PEMASARAN"
  • Langkah-langkah untuk membuat benih cabe rawit berkualitas Disini


Sumber #Singgih Praptanugraha 
Ikuti Grup FB  Smart Idea With SInggih  Untuk ilmu-ilmu yang lainnya..

Contoh Draft Kerjasama dengan Desa Klik Contoh Draft.

Untuk yang mempunyai lahan luas bisa Klik Model pengelolaan lahan.

Jika ingin memelihara ayam kampung (penggemukan) Klik Penggemukan_ayam.

Mengenal Pestisida Tanaman

Pestisida adalah jenis obat/zat/bahan kimia pembasmi hama serangga, jamur, bakteri, virus dan hama lainnya seperti tikus, bekicot, dan nematoda (cacing) dsb. 
Pestisida digolongkan sebagai berikut : 
  • Fungsi/Sasaran penggunaannya: 
  1. INSEKTISIDA, memberantas serangga seperti belalang, kepik, wereng, dan ulat. Juga nyamuk, kutu busuk, rayap, dan semut. Contoh: basudin, basminon, tiodan, diklorovinil dimetil fosfat, diazinon,dll.
  2. FUNGISIDA, memberantas/mencegah pertumbuhan jamur/cendawan seperti bercak daun, karat daun, busuk daun, dan cacar daun. Contoh: tembaga oksiklorida, tembaga (I) oksida, carbendazim, organomerkuri, dan natrium dikromat.
  3. BAKTERISIDA, memberantas bakteri-virus. Contoh : tetramycin yang digunakan untuk membunuh virus CVPD yang menyerang tanaman jeruk.
  4. RODENTISIDA, memberantas hama tikus. Contoh : Warangan.
  5. NEMATISIDA, memberantas hama nematoda (cacing) yang menyerang bagian akar dan umbi tanaman. Contoh : DD, Vapam, dan Dazomet.
  6. HERBISIDA, membasmi tanaman pengganggu (gulma) seperti alang-alang, rerumputan, eceng gondok, dll. Contoh: ammonium sulfonat dan pentaklorofenol.

  • Bahan aktifnya : 


  1. PESTISIDA ORGANIK, bahan aktifnya adalah bahan organik yang berasal dari bagian tanaman atau binatang, misal: neem oil yang berasal dari pohon mimba (neem).
  2.  PESTISIDA ELEMEN, bahan aktifnya berasal dari alam seperti: sulfur.
  3. PESTISIDA KIMIA, berasal dari campuran bahan-bahan kimia.

  • Berdasarkan cara kerja : 
  1. PESTISIDA SISTEMIK, diserap dan dialirkan ke seluruh bagian tanaman dan akan menjadi racun bagi hama yang memakannya (pencegahan). Kelebihan, tidak hilang karena disiram. Kelemahan, ada bagian tanaman yang dimakan hama. Contoh: Neem oil.
  2. PESTISIDA KONTAK LANGSUNG, reaksinya akan bekerja bila bersentuhan langsung dengan hama, baik ketika makan atau berjalan. Contoh: Sebagian besar pestisida kimia.