Menurut Wattimena, seorang profesor dari Institut Pertanian Bogor
(IPB), ZPT dibedakan menjadi 6 kelompok, yaitu auksin, giberelin,
sitokinin, asam absisik (ABA), etilen dan retardan. Seiring dengan
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, ZPT banyak digunakan dalam
pertanian modern untuk meningktkan kualitas serta kuantitas produk.
Beberapa fungsi ZPT diantaranya ialah :
A. AUKSIN
1.
Perkecambahan biji. Auksin akan mematahkan dormansi biji (biji tidak mau
berkecambah) dan akan merangsang proses perkecambahan biji. Perendaman
biji/benih dengan Auksin juga akan membantu menaikkan kuantitas hasil
panen.
2. Pembentukkan akar. Auksin akan memacu proses terbentuknya akar serta pertumbuhan akar dengan lebih baik.
3. Pembungaan dan pembuahan.
Auksin akan merangsang dan mempertinggi prosentase timbulnya bunga dan buah.
4. Mendorong Partenokarpi.
Partenokarpi adalah suatu kondisi dimana tanaman berbuah tanpa
fertilisasi atau penyerbukan sehingga dapat menghasilkan buah tanpa
biji.
5. Mengurangi gugurnya buah sebelum waktunya.
6. Mematahkan dominansi pucuk / apikal, yaitu suatu kondisi dimana pucuk tanaman atau akar tidak mau berkembang.
Bahan :
- 1 Kg Keong mas / Bekicot
- 5 Lt Air
- 1 Kg Gula / Tetes tebu
- 1 gelas EM4
Cara Pembuatan :
Keong mas/bekicot direbus dengan air sampai mendidih kemudian diambil
dagingnya, cangkang dibuang. Setelah dingin, masukkan EM4, aduk dan
campur sampai rata. Masukkan dalam wadah, tutup dengan plastik lalu ikat
dengan karet. Simpan dan letakkan pada tempat yang teduhm biarkan
selama 12-15 hari.
C. SITOKININ
1. Pembelahan sel dan pembesaran sel. Sitokinin memegang peranan
penting dalam proses pembelahan dan pembesaran sel, sehingga akan memacu
kecepatan pertumbuhan tanaman.
2. Pematahan Dormansi biji. Sitokinin berfungsi untuk mematahkan dormansi (tidak mau berkecambah) pada biji-bijian tanaman.
3. Pembentukkan tunas-tunas baru,turut dipacu dengan penggunaan Sitokinin.
4. Penundaan penuaan atau kerusakan pada hasil panenan sehingga lebih awet.
5. Menaikkan tingkat mobilitas unsur-unsur dalam tanaman.
6. Sintesis pembentukkan protein akan meningkat dengan pemberian Sitokinin.
Bahan :
- 1 Kg bonggol pisang
- 5 Lt air
- 1 Kg gula
- 1 gelas EM4
Cara Pembuatan :
Bonggol pisang dicacah atau diblender kemudian dicampur dengan semua
bahan. Aduk sampai rata, masukkan dalam wadah kemudian tutup denga
plastik dan ikat memakai karet. Simpan dan diamkan selama 12-15 hari
pada tempat yang teduh.
C. GIBERELIN
1. Mematahkan dormansi atau hambatan pertumbuhan tanaman sehingga
tanaman dapat tumbuh normal (tidak kerdil) dengan cara mempercepat
proses pembelahan sel.
2. Meningkatkan pembungaan.
3.
Memacu proses perkecambahan biji. Salah satu efek giberelin adalah
mendorong terjadinya sintesis enzim dalam biji seperti amilase, protease
dan lipase dimana enzim tersebut akan merombak dinding sel endosperm
biji dan menghidrolisis pati dan protein yang akan memberikan energi
bagi perkembangan embrio diantaranya adalah radikula yang akan mendobrak
endosperm, kulit biji atau kulit buah yang membatasi
pertumbuhan/perkecambahan biji sehingga biji berkecambah.
4. Berperan pada pemanjangan sel.
5. Berperan pada proses partenokarpi. pada beberapa kasus pembentukan
buah dapat terjadi tanpa adanya fertilisasi atau pembuahan, proses ini
dinamai partenokarpi.
Bahan :
- 1 Kg rebung bambu
- 5 Lt air
- 1 Kg gula
- 1 gelas EM4
Cara Pembuatan :
Kupas rebung bambu, kemudian dicacah kecil-kecil dan dicampur dengan
semua bahan lainnya. Aduk sampai rata, masukkan dalam wadah kemudian
tutup denga plastik dan ikat memakai karet. Simpan dan diamkan selama
12-15 hari pada tempat yang teduh.
Untuk lebih lengkap nya bisa mengklik ZPT-Lengkap atau ZPT-Singgih