HAMA UTAMA TANAMAN CABAI
Di bawah ini jenis-jenis Hama Utama Cabe :
Untuk Penanganan nya Klik Disini
Thrips
Hama thrips (Thrips Sp.) sudah tidak asing lagi bagi para petani cabai.
Hama thrips tergolong sebagai pemangsa segala jenis tanaman, jadi
serangan bukan hanya pada tanaman cabai saja. Panjang tubuh sekitar + 1
mm, serangga ini tergolong sangat kecil namun masih bisa dilihat dengan
mata telanjang. Thrips biasanya menyerang bagian daun muda dan bunga .
Gejala serangan hama ini adalah adanya strip-strip pada daun dan
berwarna keperakan. Noda keperakan itu tidak lain akibat adanya luka
dari cara makan hama thrips. Kemudian noda tersebut akan berubah warna
menjadi coklat muda. Yang paling membahayakan dari thrips adalah selain
sebagai hama perusak juga sebagai carrier atau pembawa bibit penyakit
(berupa virus) pada tanaman cabai. Untuk itu, bila mengendalikan hama
thrips, tidak hanya memberantas dari serangan hama namun juga bisa
mencegah penyebaran penyakit akibat virus yang dibawanya.
Tungau (Mite)
Hama mite selain menyerang jeruk dan apel juga menyerang tanaman cabai.
Tungau bersifat parasit yang merusak daun, batang maupun buah sehingga
dapat mengakibatkan perubahan warna dan bentuk. Pada tanaman cabai.
Tungau menghisap cairan daun sehingga warna daun terutama pada bagian
bawah menjadi berwarna kuning kemerahan, daun akan menggulung ke bawah
dan akibatnya pucuk mengering yang akhirnya menyebabkan daun rontok.
Tungau berukuran sangat kecil dengan panjang badan sekitar 0,5 mm,
berkulit lunak dengan kerangka chitin. Seperti halnya thrips, hama ini
juga berpotensi sebagai pembawa virus.
Kutu (Myzuspersicae)
Aphids merupakan hama yang dapat merusak tanaman cabai. Serangannya
hampir sama dengan tungau namun akibat cairan dari daun yang dihisapnya
menyebabkan daun melengkung ke atas, keriting dan belang-belang hingga
akhirnya dapat menyebabkan kerontokan. Tidak sepeti mite, kutu ini
memiliki kemampuan berkembang biak dengan cepat karena selain dapat
memperbanyak dengan perkimpoian biasa, hama ini juga mampu bertelur
tanpa pembuahan.
Lalat Buah (Bactrocera dorsalis)
Kehadiran lalat buah ini, dapat menjadi hama perusak tanaman cabai. Buah
cabai yang menunggu panen bisa menjadi santapannya dalam sekejap dengan
cara menusukkan ovipositornya pada buah serta meletakkan telur, menetas
menjadi larva yang kemudian merusak buah cabai dari dalam.
Ulat Grayak (Spodoptera litura)
Ulat ini saat memasuki stadia larva, termasuk hewan yang sangat rakus.
Hanya dalam waktu yang tidak lama, daun-daun cabai bisa rusak. Ulat
setelah dewasa berubah menjadi sejenis ngengat akan memakan daun-daunan
pada masa larva untuk menunjang perkembangan metamorfosisnya.
PENYAKIT UTAMA TANAMAN CABAI
Antracnose
Penyakit Antracnose dikenal juga dengan istilah “pathek” adalah penyakit
yang hingga saat ini masih menjadi momok bagi petani cabai. Buah yang
menunggu panen dalam beberapa waktu berubah menjadi busuk oleh penyakit
ini. Gejala awal dari serangan penyakit ini adalah bercak yang agak
mengkilap, sedikit terbenam dan berair, buah akan berubah menjadi coklat
kehitaman dan membusuk. Ledakan penyakit ini sangat cepat pada musim
hujan. Penyebab penyakit ini adalah jamur carnifora capsici.
Layu Bakteri
Penyakit ini disebabkan oleh Pseudomonas solanacearum. Gejalanya tanaman
yang sehat tiba-tiba saja layu yang dalam waktu tidak sampai 3 hari
tanaman mati. Bakteri ini ditularkan melalui tanah, benih, bibit, sisa
tanaman, pengairan,nematoda atau alat-alat pertanian.
Virus Kuning (gemini virus)
Vektor virus kuning adalah whitefly atau kutu kebul (Bemisia tabaci).
Telur diletakkan di bawah daun, fase telur hanya 7 hari. Nimpa
bertungkai yang berfungsi untuk merangkak lama hidup 2-6 hari. Pupa
berbentuk oval, agak pipih berwarna hijau keputih-putihan sampai
kekuning-kuningan pupa terdapat dibawah permukaan daun, lama hidup 6
hari. Serangga dewasa berukuran kecil, berwarna putih dan mudah diamati
karena dibawah permukaan daun yang bertepung, lama hidup 20-38 hari.
Tanaman yang terserang penyakit virus kuning menimbulkan gejala daun
mengeriting dan ukuran lebih kecil.
sumber: DepTan RESEP PESTISIDA ALAMI...
Bahan :
1. Bawang Putih -- (Segenggam)
2. Serbuk Cabe Rawit -- (1 Sendok makan)
3. Daun Pandan -- (3 lembar)
4. Daun Kemangi -- (Segenggam)
5. Tembakau -- (Segenggam)
6. Kunyit -- (2 biji)
7. Kenikir
8. Gula pasir -- (2 sendok makan)
9. Air -- (Secukupnya)
10. Bioaktivator -- (1 tutup botolnya)
11. Botol bening steril - (2 buah)
Buat :
~ Bahan (1 s/d 8) diblender hingga rata
~ Masukken ke dalam botol
~ Masukken EM* dan Gula pasir
~ Tutup selama 1 minggu
~ Setelah 1 minggu, buka tutup botol dan saring
Pakai :
~ 60cc larutan pestisida + 1 liter air
~ Semprot pada batang dan daun tanaman (1 minggu sekali)
by adri jatmiko